Musik Tradisional Nusantara yang Menjadi Identitas Budaya Setiap Daerah

Sadar tidak sadar, Indonesia punya banyak musik khas menjadi identitas budaya untuk setiap daerah. Hanya saja, beberapa orang masih belum familier dengan jenis musik tradisional Nusantara, khususnya generasi muda yang lebih suka mengonsumsi musik luar negeri.

Padahal, semua jenis musik tradisional juga tidak kalah enak untuk didengar. Karena itu, agar Anda lebih familier dengan musik khas Indonesia, pastikan untuk mempelajarinya. Sebab, penjelasan soal musik tradisional Nusantara ada di bawah ini!

Daftar Musik Tradisional Nusantara

Jika Anda bertanya-tanya tentang apa saja jenis musik tradisional dan asal daerahnya, berikut adalah daftar lengkapnya!

1. Tembang Sunda: Jawa Barat

Ada beberapa alat musik tradisional Nusantara yang paling terkenal, contohnya adalah suling dan kecapi. Kedua alat musik ini berasal dari Jawa Barat dan biasa digunakan dalam waktu yang bersamaan, khususnya saat membuat musik tembang Sunda.

Selain alat musik pengiring, daya tarik utama dari musik ini adalah sang vokalis. Pada umumnya, orang yang bernyanyi adalah seorang solois dan bisa Anda lihat di acara pernikahan khas Sunda, festival budaya, pesta rakyat, dan acara-acara lain sejenisnya.

2. Campursari: Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur

Pada pertunjukan musik tradisional di Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur, Anda pasti sering menemukan musik campursari. Sekilas, melodi pada musik ini mirip dengan tembang Sunda, hanya saja liriknya merupakan bahasa Jawa.

Eksistensinya sudah ada sejak tahun 1980-an, berasal dari akulturasi musik dangdut dan keroncong, tapi dengan sentuhan gamelan. Penyanyinya biasanya hanya satu orang atau solois, tapi pada beberapa kasus ada yang bernyanyi secara grup.

3. Keroncong: Jakarta

Kurang lengkap rasanya jika membahas jenis musik nusantara tanpa menyebut keroncong. Eksistensinya sudah ada sejak era kolonial, mengingat musik ini adalah hasil akulturasi dari musik khas Eropa (khususnya Portugis) dan musik tradisional khas Indonesia.

Meskipun ada sejak lama, namun musik ini baru populer di kalangan masyarakat umum sejak tahun 1930-an. Alasannya karena film-film mulai banyak memakai musik keroncong. Bahkan, masyarakat Indonesia menggunakannya dalam gerakan kemerdekaan.

4. Gamelan: Jawa Tengah

Selain punya campursari, Jawa Tengah juga punya musik gamelan. Karena arti kata gamelan adalah palu atau pemukul, maka sebagian besar musisinya memakai alat musik pukul. Pada umumnya berupa kendang, saron, demung, slenthem, dan lain-lain.

Konsepnya mirip dengan orkestra, yaitu memainkan beberapa alat musik pada waktu bersamaan. Hanya saja, alat musik yang Anda gunakan adalah alat musik tradisional khas Jawa Tengah. Terkadang, ada vokalis yang bertugas untuk bernyanyi diiringi musik ini.

5. Karang Dodou: Kalimantan Timur

Selain di Pulau Jawa, Anda juga bisa menemukan musik khas Nusantara di Kalimantan Timur. Nama musiknya adalah Karang Dodou, yang menggunakan alat musik tradisional untuk mengiringi pembacaan mantra saat upacara kelahiran bayi.

6. Cilokak: Lombok

Lombok juga punya musik yang tidak kalah khas, namanya adalah Cilokak. Uniknya, musik ini juga termasuk hasil akulturasi budaya, karena menggunakan alat musik tradisional (seruling, gambus, gong) dan alat musik Barat (biola dan drum).

7. Qasidah: Jawa

Terakhir ada qasidah, musik Jawa yang terinspirasi dari budaya-budaya Islami. Pada umumnya instrumen utama dari musik ini menggunakan berbagai alat musik pukul kecil yang terbuat dari kulit. Lalu ada vokalis yang menyanyikan puisi religi.

Penutup

Itulah berbagai jenis musik tradisional Nusantara yang paling populer di Indonesia. Hingga saat ini, masyarakat masih sering membuat musik dan menyanyikannya, tapi jumlahnya memang tidak banyak. Jadi, generasi muda harus melestarikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *