Musik ini memang terkenal dengan alunan melodinya yang lembut, dan juga penggunaan instrumen khusus seperti ukulele. Tapi tahukah Anda bahwa musik ini memiliki alur sejarah yang unik? Musik keroncong termasuk jenis musik tradisional.
Bila dilihat secara detail, genre musik ini memiliki sejarah perkembangan yang panjang. Perkembangannya sebagai budaya di Indonesia memiliki ceritanya sendiri. Ingin tahu bagaimana perkembangannya hingga menjadi identitas musik Indonesia? Simak berikut ini!

Awal Mula Musik Keroncong Masuk di Indonesia
Keberadaan Keroncong di Indonesia berawal dari abad ke-16, ketika bangsa Portugis datang ke Indonesia. Kemudian, di abad ke-19 akhir sampai dengan awal abad ke-20, musik ini makin populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Genre musik ini mulai berkembang menjadi Keroncong Tempo Doeloe yang nuansanya masih kental dengan musik Eropa. Seiring berjalannya waktu, musik ini mulai dicampur dengan unsur musik di Nusantara. Dari sinilah, mulai bermunculan berbagai sub-genre keroncong.
Ciri Khas Genre Keroncong
Salah satu musik yang memiliki karakter dan juga melodi yang unik, hanya bisa ditemukan di genre Keroncong. Dengan mendengar beberapa ciri-ciri musik Keroncong di bawah ini, Anda bisa langsung membedakannya dengan jenis musik lain!
1. Menggunakan Instrumental Musik Petik
Musik ini selalu menggunakan alat musik petik, seperti Cak dan Cuk yang menjadi salah satu karakteristiknya. Musik Keroncong juga memakai alat musik lainnya, yakni biola, cello, dan flute.
2. Melodi Sederhana dan Bisa Dihafalkan
Salah satu kekhasan Keroncong, yakni tatanan melodinya sederhana yang membuatnya mudah diingat. Seringkali alunan lagunya diulang-ulang dengan variasi yang halus, sehingga menciptakan nuansa syahdu nan menghanyutkan.
3. Harmoni yang Bernuansa Melankolis
Salah satu karakter kuat dari genre Keroncong, yakni nuansa melankolis dan dramatis pada harmoninya. Hal ini karena Keroncong memakai harmoni progresi akor minior dan diminished. Penggunaan harmoni yang sederhana dan familiar ini memberikan nuansa yang sayu.
Perkembangan Keroncong di Kebudayaan Indonesia
Dalam perkembangan budaya Indonesia, Keroncong mengalami banyak sekali perkembangan. Setidaknya terdapat 4 masa perkembangan musik Keroncong di Indonesia, yakni!
1. Periode Tempo Dulu
Di masa ini, Keroncong baru masuk dan dikenalkan oleh bangsa Portugis. Kemudian, mulai mengadaptasi musik daerah Kampung Tugu, sehingga memiliki ciri-ciri musik yang masih sangat sederhana dengan temponya yang lambat.
2. Periode Keroncong Abadi
Di masa ini, musik Keroncong mulai memasuki fase keemasan dan mengalami standardisasi. Keroncong mulai dipadukan dengan lagu-lagu perjuangan, dan kerap dipakai sebagai alat untuk memperkuat solidaritas di tengah tekanan penjajahan.
3. Masa Keroncong Modern
Keroncong Modern masuk di tahun 1960, musik ini mulai bergeser dengan populernya genre rock, pop, dan dangdut. Sebagai bentuk pelestarian musik Keroncong, para musisi mulai berinovasi dengan gaya baru, misalnya dengan memasukkan alat musik tiup dan gamelan.
4. Masa Keroncong Millenium
Masuk ke abad-21, genre musik ini mulai berubah menjadi jenis musik yang lebih fleksibel. Dan, kini mulai dipadukan dengan musik pop, campursari, jazz, bahkan juga rap. Dengan ini, musik Keroncong tetap bisa didengarkan dan tentunya makin menarik minat generasi muda.
Penutup
Musik Keroncong sudah menjadi bagian dari perjalanan kesenian budaya di Indonesia. Mulai dari pengaruh budaya asing kemudian diadaptasi dengan budaya lokal. Genre musik ini berhasil membangun karakteristik tersendiri sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

