Sejarah perkembangan musik pop Indonesia terus mengalami pergerakan. Musik menjadi hiburan yang paling dekat dengan masyarakat Indonesia. Genre pop juga termasuk mudah dinikmati banyak kalangan.
Untuk mengapresiasi sejarah perkembangan musik ini, tidak ada salahnya mempelajari pergerakan musik dari masing-masing era. Setiap era musik memiliki ciri khas sendiri dan hal ikonik yang tidak bisa terlupakan.

Perkembangan Musik Pop Indonesia
Pada dasarnya perkembangan musik pop di Indonesia juga terus beradaptasi dengan tren global serta teknologi. Mulai dari era 1960-an sampai 2020-an ini, perubahannya terasa kompleks. Ini perkembangan musik tersebut:
1. Era 1960-an hingga 1970-an
Tahun 1960-an sampai 1970-an menjadi pelopor sejarah perkembangan musik pop Indonesia yang hidup sampai sekarang. Nama legendaris seperti Koes Plus atau Koes Bersaudara sudah ada sejak era ini.
Media utama penyebaran lagu di era ini adalah piringan hitam. Radio juga punya peran besar untuk menyebarluaskan musik ke penikmatnya. Berbeda dengan sekarang, musik pada era itu terasa jauh lebih eksklusif.
Lagu yang populer di era ini kebanyakan bertema melankolis, sentimental, serta teman cinta yang sederhana. Namun tantangan politik pada masa itu juga sangat besar dan memberi pengaruh pada musik.
Meski demikian, kompetisi musik menjadi salah satu tanda bahwa musik benar-benar punya ruang. Majalah-majalah juga kerap mengangkat musisi pop ke tingkat nasional sehingga penyebarannya lebih cepat.
2. Era 1980-an
Sejarah musik pop berlanjut di era 1980-an. Variasi musik pop di era ini semakin berkembang. Tidak hanya dengan konsep sederhana, mulai muncul pop kreatif seperti Chrisye dan Fariz RM serta ada juga musik pop melayu.
Pada sejarah perkembangan musik pop Indonesia di sini, juga mulai terlihat peran kaset pita. Melalui media ini, penjualan album para pemusik pop semakin meledak pesat. Masyarakat bisa dengan lebih mudah menikmati musik dan mengoleksinya.
Acara televisi nasional juga menjadi salah satu penyokong perkembangan musik. Dominasi festival musik juga tidak kalah mencuat. Maka tidak heran jika dalam era ini, penyanyi solo juga semakin populer.
3. Era 1990-an
Era 1990-an menjadi puncak kejayaan band-band pop. Sejarah perkembangan musik pop Indonesia mencatat grup besar di era ini seperti Slank, Dewa 19, dan Sheila on 7 yang eksistensinya masih terjaga.
Ciri musik di era ini adalah lirik yang lebih puitis atau lugas sekaligus. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pop-rock yang mulai masuk. Bank punya eksistensi besar sehingga mampu memunculkan band-band besar lainnya.
Tak hanya itu, industri televisi swasta juga berkembang semakin masif dan turut mendukung pergerakan musik pop. VCD atau Video Compact Disc sudah hadir di sini dan mampu memperluas jangkauan video klip penyanyi.
4. Era 2000-an hingga 2010-an
Kemudian di era 2000-an, terjadi transisi yang cukup jelas. Band-band besar lain mulai muncul, penyanyi solo juga semakin eksis, serta ajang pencarian bakat di TV semakin bermunculan untuk mencetak bintang pop baru.
Sejarah perkembangan musik pop Indonesia berlanjut di era 2010-an yang ditandai dengan meledaknya boyband dan girlband. Band seperti ST12 juga semakin eksis dengan konsep pop-melayunya.
Pada cakupan era-era in, media penyebaran musik dari bentuk fisik sudah beralih ke format digital. Dulu penggunaannya masih fokus pada MP3 dan nada sambung pribadi bernama NSP atau RBT.
Era kaset atau CD masih cukup masif di era ini, tapi banyak yang sudah merasakan kemudahan musik digital. Platform unduhan musik legal juga sudah bermunculan untuk berbagai kalangan masyarakat.
5. Era 2020 hingga Sekarang
Sejak tahun 2020, genre musik pop Indonesia mengalami perubahan besar. Sejak pandemi, masyarakat lebih kerap di rumah dan eksplorasi musik juga lebih luas. Dominasi platform streaming musik dan media sosial juga punya pengaruh di sini.
Musisi independen atau indie semakin banyak dan pemusik tidak harus bergantung pada label besar. Jika sudah punya karya musik, maka distribusinya bisa dilakukan sendiri melalui banyak platform digital.
Jenis musik di era ini juga lebih beragam. Musik pop modern dengan tambahan instrumen tradisional juga muncul. Era perpaduan hip hop dan dangdut juga semakin banyak sebagai gambaran perkembangan musik yang lebih bebas.
Penutup
Sejarah perkembangan musik pop Indonesia memang terus mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan ini tidak hanya mengikuti tren luar, tapi jauh lebih fleksibel soal kebutuhan masyarakat serta teknologi yang mewadahinya.

